Bebas TAR Rokok
Mulai Dari Sekarang!

Bebas TAR Rokok
Mulai Dari Sekarang!

230.000 orang Indonesia
(setara populasi 2 kecamatan kota) meninggal setiap tahunnya
karena rokok.

*Sumber: Riskesdas 2018 Kemenkes, Republik Indonesia

Hal ini akan meningkat terus jika pola para perokok tidak berubah. Setiap jam, 26 orang Indonesia meninggal akibat penyakit yang berkaitan dengan kecanduan rokok.

"Orang-orang merokok untuk nikotin,
tetapi mereka mati karena TAR."

– Profesor Michael Russell, Peneliti tembakau.

230.000 orang Indonesia
(setara populasi 2 kecamatan kota) meninggal setiap tahunnya
karena rokok.

*Sumber: Riskesdas 2018 Kemenkes, Republik Indonesia

Hal ini akan meningkat terus jika pola para perokok tidak berubah. Setiap jam, 26 orang Indonesia meninggal akibat penyakit yang berkaitan dengan kecanduan rokok.

"Orang-orang merokok untuk nikotin,
tetapi mereka mati karena TAR."

– Profesor Michael Russell, Peneliti tembakau.

Bahaya TAR bagi tubuh Anda.

Pada saat kamu merokok, asap rokok yang kamu hirup mengandung lebih dari 7.000 bahan kimia, dan 2.000 di antaranya terdapat dalam TAR, senyawa yang dihasilkan dari proses pembakaran tembakau.

Pada saat asap rokok kamu hirup, TAR dapat membuat gigi mengalami kerusakan dan pembusukan. Seiring berjalannya waktu, kebiasaan merokok juga merusak ujung saraf pada hidung yang menyebabkan turunnya indra penciuman.

Lebih dari itu, TAR mengandung sebagian besar penyebab kanker dan bahan kimia berbahaya lainnya dalam asap tembakau. Ketika asap rokok dihirup, TAR membentuk lapisan lengket di bagian dalam paru-paru. Kondisi tersebut dapat merusak paru-paru, menyebabkan kanker, emfisema, atau masalah paru-paru lainnya.

Resiko terpapar COVID-19.
Kanker. Serangan jantung. Stroke.
Penyakit paru kronis.
Kesehatan mulut dan gusi.
Gangguan Kesuburan dan kehamilan.

Masih perlu disebutkan yang lain?

Bahaya TAR bagi tubuh Anda.

Pada saat kamu merokok, asap rokok yang kamu hirup mengandung lebih dari 7.000 bahan kimia, dan 2.000 di antaranya terdapat dalam TAR, senyawa yang dihasilkan dari proses pembakaran tembakau.

Pada saat asap rokok kamu hirup, TAR dapat membuat gigi mengalami kerusakan dan pembusukan. Seiring berjalannya waktu, kebiasaan merokok juga merusak ujung saraf pada hidung yang menyebabkan turunnya indra penciuman.

Lebih dari itu, TAR mengandung sebagian besar penyebab kanker dan bahan kimia berbahaya lainnya dalam asap tembakau. Ketika asap rokok dihirup, TAR membentuk lapisan lengket di bagian dalam paru-paru. Kondisi tersebut dapat merusak paru-paru, menyebabkan kanker, emfisema, atau masalah paru-paru lainnya.

Resiko terpapar COVID-19.
Kanker. Serangan jantung. Stroke.
Penyakit paru kronis.
Kesehatan mulut dan gusi.
Gangguan Kesuburan dan kehamilan.

Masih perlu disebutkan yang lain?

Merokok juga mengakibatkan
kerugian ekonomi Indonesia sebesar Rp 4.200 Triliun.

Berdasarkan perhitungan Balitbang Kemenkes tahun 2018, hampir Rp4.200 triliun atau sepertiga dari GDP (gross domestic product) Indonesia hilang yang disebabkan oleh kematian dini dan tahun produktif yang hilang karena penyakit yang disebabkan oleh rokok.

Selain itu, penyakit katastropik (seperti kanker, jantung, stroke) membebani lebih dari 20% dari seluruh pembiayaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang dikelola BPJS Kesehatan. Pembiayaan BPJS Kesehatan untuk penyakit jantung pada tahun 2018 sebesar Rp10,5 triliun, diikuti penyakit kanker Rp3,4 triliun, dan penyakit stroke Rp2,5 triliun.

*Sumber: Balitbang Kemenkes RI 2018

Merokok juga mengakibatkan
kerugian ekonomi Indonesia sebesar Rp 4.200 Triliun.

Berdasarkan perhitungan Balitbang Kemenkes tahun 2018, hampir Rp4.200 triliun atau sepertiga dari GDP (gross domestic product) Indonesia hilang yang disebabkan oleh kematian dini dan tahun produktif yang hilang karena penyakit yang disebabkan oleh rokok.

Selain itu, penyakit katastropik (seperti kanker, jantung, stroke) membebani lebih dari 20% dari seluruh pembiayaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang dikelola BPJS Kesehatan. Pembiayaan BPJS Kesehatan untuk penyakit jantung pada tahun 2018 sebesar Rp10,5 triliun, diikuti penyakit kanker Rp3,4 triliun, dan penyakit stroke Rp2,5 triliun.

*Sumber: Balitbang Kemenkes RI 2018

Bukan hanya diri sendiri.

Ironisnya, kamu juga menyakiti orang-orang terdekat.

Menurut data WHO ada total 8 juta kasus kematian akibat merokok sementara sekitar 1,2 juta orang menjadi perokok pasif, yaitu mereka yang tidak merokok namun terpapar asap rokok dari perokok aktif.

*Sumber: data Tembakau WHO 2019

Bukan hanya diri sendiri.

Ironisnya, kamu juga menyakiti orang-orang terdekat.

Menurut data WHO ada total 8 juta kasus kematian akibat merokok sementara sekitar 1,2 juta orang menjadi perokok pasif, yaitu mereka yang tidak merokok namun terpapar asap rokok dari perokok aktif.

*Sumber: data Tembakau WHO 2019

Yuk, bebas dari TAR rokok mulai dari sekarang!

Demi diri sendiri dan
orang yang Kamu sayangi.

Yuk, bebas dari TAR rokok mulai dari sekarang!

Demi diri sendiri dan
orang yang Kamu sayangi.

Solusi total untuk berhenti merokok!

Solusi total untuk berhenti merokok!